Last Sunday, I’m surprised that my article about “Love Of A Father”, got in the front page of my church’s congregation’s news media. The article was rewritten by the redactor, and the redactor inserts the source’s from e-mail. Yeah, I think one of my readers spread my article to another mailing list after I posted it to Biblika Yahoogroups. Well, now, I’m just happy this article can be a blessing to all people in Indonesia, and I hope, all around the world, after I translated it and post it in BibEL AppEL. Although I was a little busy to warn of my Creative-Commons License Infringement, where you should put a link (give attribution) to the source. If you got it from my e-mail (the original version), you may not have the link to this blog. But, you should include this line: “(Diceritakan pada malam hari kedua sesi ke V oleh Pdt. Franklyn pada Youth Camp RPK (Remaja Pantekosta Ketapang) yang lalu, dituangkan ke dalam tulisan oleh Calvin Limuel seingatnya dengan suntingan dan tambahan)”, or just “(Diceritakan pada malam hari kedua sesi ke V oleh Pdt. Franklyn pada Youth Camp RPK (Remaja Pantekosta Ketapang) terakhir (Juli 2008)).
Here’s the redactor’s version of the article:
Kasih Seorang Ayah
Adalah seorang muda yang taat berdoa, berpacaran dengan seorang gadis muda yang baik hati. Sebelumnya, mereka selalu berdoa, “Tuhan, berikanlah aku pasangan terbaik menurut Engkau.
Setelah menikah, doa mereka berubah menjadi, “Tuhan, berikanlah kami anak terbaik buat kami.” Tujuh tahun kemudian, Tuhan memberikan mereka seorang anak laki-laki. Namun dokter berkata, “Putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak lain. Putra anda menderita cacat mental yang serius, yang tidak dapat disembuhkan.” Sang ayah menitikkan air mata dan berkata, “Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik.”
Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikan segala yang dia perlukan. Mereka tidak pernah merasa malu membawa anak itu ke manapun mereka pergi, bahkan mereka selalu berkata bahwa anak itu adalah anugerah Allah yang terbesar. Mereka sangat mengasihi anak itu meskipun cacat.
Bapamu yang disorga juga sangat menyayangimu. Ia menerimamu apa adanya.
By the way, the original article has been revised. Click here: http://reckord.info/story/98.the-love-of-a-father.html, and I like the last verse